PVI dan CTC Advokasi Soal Masalah di Banda, Pemda Berkomitmen Turun Tinjau Lokasi

‎PVI dan CTC Advokasi Soal Masalah di Banda, Pemda Berkomitmen Turun Tinjau Lokasi

FOTO BERSAMA – Sejumlah pimpinan OPD Maluku Tengah foto bersama pihak Photovoices Internasional dan Coral Triangle Center saat pembukaan Pameran dan Diskusi Foto di Kota Masohi, Kamis (11/12/2025). 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Kolaborasi Photovoices Internasional dan Coral Triangle Center (CTC) berhasil mengadvokasi Masyarakat Banda khususnya dari Pulau Rhun, Pulau Ay, DA Selamon tuk menyuarakan berbagai isu kemasyarakatan. Ibu rumah tangga, nelayan, mahasiswa, dan anak muda dari Rhun, Ay, dan Selamon saling berdiskusi dan belajar menemukenali isu-isu yang dianggap penting dalam kehidupannya melalui pertemuan mingguan Program Photovoices. 

Para peserta akhirnya mempresentasikan foto dan isu mereka pada momen pameran dan diskusi foto Program Photovoices-CTC Banda, bertema “Suar Ruas” yang dilangsungkan di Kota Masohi, Kamis (11/12/2025).  Pada momen tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah melalui instansi teknis memberi respon positif. 
‎Salah satunya datang dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Maluku Tengah yang berjanji meninjau lokus masalah Perkebunan Pala di Banda dalam waktu dekat. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Photovoices International Tri Soekirman menuturkan, ia sangat gembira dengan respon positif Pemda yang hadir dalam sesi pameran dan diskusi foto. Dimana para pihak memberikan tanggapan dan komitmen konkrit, ada yang akan datang langsung ke Banda tuk melihat kondisinya secara langsung.

‎”Jadi saya pikir itu satu respons yang sangat positif. Harapan saya bahwa komitmen-komitmen dari pihak-pihak tersebut bisa terealisasi. Karena kita lihat bahwa isu-isu yang dibawakan oleh teman-teman Photovoices terlihat begitu keseharian, tapi ini sangat berarti buat keberlangsungan (hidup) mereka,” ujar Tri.

‎Ia berharap agar momen tersebut  sebagai langkah awal dari pengembangan literasi masyarakat dalam proses pembuatan keputusan atas hal-hal yang menyangkut hidup mereka. ‎Tri menjelaskan, di akhir program usai pameran, para fasilitator akan bekerja sama dengan para peserta untuk merancang langkah tindak lanjut berdasarkan pesan-pesan yang disampaikan dan tanggapan yang diberikan.

‎”Banyak hal yang bisa dilakukan, bersama dengan Pemerintah Negeri, Tetua adat dan pihak manapun yang bisa bersama-sama maju kedepan untuk memastikan bahwa perbaikan ini bisa terjadi,” ulas Tri.

‎Untuk keterlibatan masyarakat Banda secara lebih luas, Tri Soekirman menyatakan, hal itu menjadi harapan pihaknya.

‎”18 peserta akan semakin bersemangat untuk melihat sesuatu masalah atau saya pikir tidak hanya masalah ya tapi bisa melihat hal-hal yang membanggakan mereka dan bisa dituturkan. mengapa itu penting, agar bisa menggambarkan masalah, karena mereka mulai terbiasa untuk berpikir kritis berdialog bersama mereka,” imbuhnya.  Ia berharap agar pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh para peserta tetap digunakan untuk kehidupan mereka sehari-hari.